JAMBISIBER, Kotajambi – Keberadaan parkir liar di trotoar maupun bahu jalan hingga kini masih menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ada yang merasa terbantu karena dianggap praktis, namun adapula yang mengeluhkannya karena dituding sebagai pemicu kemacetan di jalan raya.

Seorang warga Kota Baru, Jambi, Ekky (30) misalnya. Ia mengaku sangat terganggu dengan adanya motor-motor yang terparkir di atas trotoar.

“Parkir liar bikin macet. Menghambat orang lewat dan jalan kaki,” ujarnya saat berbincang dengan jambisiber di kawasan Kota Baru, belum lama ini.

Bahkan, kata dia, saking banyaknya motor berjejer, pernah hampir membahayakan nyawa pejalan kaki karena terpaksa harus berjalan di tepi jalan yang rawan terserempet kendaraan.

Ia mengaku heran dengan perilaku masyarakat Kota Jambi yang dengan entengnya menggunakan bahu jalan dan trotoar untuk memarkir kendaraan. Padahal sudah jelas, bahwa keberadaan trotoar sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Lebih lanjut dirinya berharap Pemkot Jambi bisa lebih tegas dan tidak pandang bulu dalam menindak keberadaan parkir liar. “Kalau perlu ditindak aja itu mobil yang parkir liar, atau bahkan pemiliknya juga ditilang saja sekalian,” katanya kesal.

Padahal sebelumnya denda bagi parkir liar sudah diatur dalam Perda Nomor 4 tahun 2017 dan Perwal No 20 tahun 2017. Dengan jeratan denda Rp 500 ribu yang sudah diatur oleh Pemerintah Kota Jambi. Namun masih banyak sebagian masyarakat belum mengetahui tentang peraturan tersebut.

Dari pantauan Jambisiber, masih ada terlihat kendaraan roda empat dan sepeda motor parkir sembarang. Saat ditanyai tentang aturan parkir yang berlaku masih banyak belum tahu.

Seperti Iwan, pemilik Mobil Avanza Silver yang parkir di tepi Jalan DI Panjaitan, Rabu (6/11) pagi. Ia mengaku, belum banyak mengetahui aturan pemerintah tetang parkir sembarangan.

Baca Juga:   Harga TBS Sawit di Jambi Naik, cek di Sini!

“Tidak tau ada aturan itu, karena bagi saya parkir asal tidak menganggu penguna jalan lain sah-sah saja. Kalo di tepi jalan raya saya liat dulu kondisi jalannya kalo macet, saya cari lokasi parkir lain, lagian paling lama saya parkir cuma lima menit, masa mau ditilang juga,” ujarnya.

Begitu juga Davi (26) pengendara kendaraan bermotor yang sedang parkir di tratoar, saat dijumpai di kawasan wisata Tugu Keris, Kota Baru Jambi, Rabu (6/11). Ia mengaku, sudah terbiasa parkir kendaraan di tratoar, alasannya masih sama, selagi tidak mengaggu pengguna jalan baginya tidak masalah.

” Ya saya kan cuma numpang sebentar saja pak, parkir di sini (jalan tratoar,red) asal tidak ganggu jalankan,” ujarnya.

Padahal sudah jelas, parkir sembarangan dapat menganggu penguna jalan lain dan akan didenda sesuai dengan aturan Pemkot Jambi. [red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here