Beranda Tanjung Jabung Timur Terkait Tumpang Tindih, 8 Sertifikat Tanah di Tanjabtim Ditahan BPN

Terkait Tumpang Tindih, 8 Sertifikat Tanah di Tanjabtim Ditahan BPN

86

JSICOM, Muara Sabak – Berdasarkan hasil dari Notulen rapat klarifikasi sertifikat hak milik sebanyak 8 bidang tahun 2019, terindikasi tumpang tindih dengan sertifikat hak milik sebanyak 8 bidang tahun 2003 terletak di Kelurahan Kampung Singkep kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi. Tertera rapat dilaksanakan pada Rabu, 5 Februari 2020 di kantor Pertanahan.

Kronologi bahwa telah terbit sertifikat hak milik sebanyak 8 (delapan) bidang tahun 2019 terletak di Kelurahan Kampung Singkep Kecamatan Muara Sabak Barat dan bahwa diatas 8 (delapan) sertifikat hak milik tersebut diatas juga telah tetbit 8 (delapan) sertifikat hak milik tahun 2003 dan berdasarkan batas-batas alam dalam surat ukur, terindikasi tumpang tindih, namun petunjuk arah mata angin yang terdapat dalam surat ukur tidak sesuai.

Pokok-pokok diskusi atau tanggapan yaitu tertera bahwa 8 (delapan) bidang sertifikat hak milik tahun 2003 dan 8 (delapan) setifikat hak milik tahun 2019 adalah milik Sdr. Gembong. Bahwa setifikat tahun 2003 tidak sesuai dengan lokasi tanah yang dikuasai.

Dan bahwa dari hasil cek lapangan yang akan dilakukan nanti terhadap 16 sertifikat yang terindikasi tumpang tindih akan ditentukan yang berlaku sesuai dengan gambar ukur dan hasil ploting dengan situasi dan keadaan lokasi yang sebenarnya di lapangan.

Kesimpulan, bahwa terhadap hasil klarifikasi hari ini akan dilaksanakan cek lapangan pada hari Kamis, 6 Februari 2020 pukul 09.00 Wib untuk mengambil titik koordinat berdasarkan petunjukdari Sdr. Gembing terhadap fisik yang dikuasai dilapangan berdasarkan jual beli terhadap 8 (delapan) sertifikat hak milik tahun 2003.

Roni, selaku penerima kuasa dari Sdr. Gembong, saat dikonfirmasi pada Kamis (18/02/2021) terhadap hasil notulen mengatakan bahwa hingga hari ini belum ada kejelasan terkait 8 (delapan) setifikat hak milik tahun 2019 yang masih ditahan pihak Badan Pertanah Nasional (BPN) Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Baca Juga:   Nyambi Edarkan Narkoba, Seorang Nelayan di Kuala Tungkal Terancam 20 Tahun Penjara

Saat hendak dikonfirmasi pada hari Kamis  18 Febuari 21  oleh awak media, Para BPN Tanjung Jabung timur egan mau dikonfermasi dan sebgain Para pegawai  BPN tajabubg timur tidak ada di kantor.

Reporter : Eric

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here