Beranda NUSANTARA Siap-siap Besok Terjadi Gerhana Cincin, LAPAN : Puncak Peristiwa Pukul 12.17 WIB

Siap-siap Besok Terjadi Gerhana Cincin, LAPAN : Puncak Peristiwa Pukul 12.17 WIB

374
Ilustrasi
JAMBISIBER, Jambi – Fenomena alam langka akan kembali terjadi di wilayah Indonesia. Fenomena ini dikenal dengan Gerhana Matahari Cincin yang akan berlangsung pada 26 Desember 2019 besok.
Gerhana matahari cincin terjadi karena wilayah yang dilalui oleh bayangan antumbra, yaitu perpanjangan dari umbra (bayangan utama) di mana Bulan tepat berada di depan Matahari, tetapi piringannya tampak terlalu kecil untuk menutupi seluruh piringan Matahari.
Meski terlihat menakjubkan, ternyata ada beberapa efek selama Gerhana Matahari Cincin berlangsung.
Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menganjurkan warga tidak mengamati gerhana matahari cincin dengan mata telanjang.
“Tidak disarankan dilihat dengan mata telanjang. Karena meskipun matahari tertutup bulan saat itu cahayanya masih menyilaukan. Yang paling aman adalah menggunakan kacamata matahari atau filter matahari,” kata peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto, di Jakarta, Selasa (24/12).
Anjuran tersebut menyusul meriahnya rencana sejumlah daerah menjadikangerhana matahari cincin sebagai momen edukasi dan kemeriahan.
Gerhana matahari cincin juga tidak selalu terjadi tiap tahun. Menjadikan momen alam tersebut istimewa.
Kembali ke bahaya memandang langsung gerhana matahari cincin, intensitas cahaya matahari yang sangat kuat pada saatgerhana matahari cincin dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan. Karena itu LAPAN menganjurkan penggunaan pelindung mata untuk menyaksikan fenomena alamtersebut.
Selain kacamata dengan filter matahari, kamera lubang jarum, teropong atau teleskop, dan kamera DSLR dengan filter khusus matahari bisa digunakan untuk mengamati gerhana matahari cincin.
Gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari serta bulan berada pada titik terjauh dengan bumi. Akibatnya piringan bulan terlihat lebih kecil daripada matahari sehingga tidak sepenuhnya menutupi piringan matahari.
Ketua LAPAN Thomas Djamaludin mengatakan, dalam lintasangerhana matahari cincin akhir tahun ini, tidak akan ada efek yang dirasa. Gerhana tersebut pada dasarnya memiliki sifat berbeda dengan gerhana matahari total.
Gerhana matahari cincin diperkirakan dimulai pada 12.15 WIB. Puncak peristiwa pada 12.17 WIB dan berakhir pada 12.19 WIB. “Perilaku hewan juga tidak akan berubah,” katanya.
Dia memaparkan, pada dasarnya, gerhana matahari cincin merupakan aktivitas matahari yang tertutup oleh bulan. Namun, dalam sorotannya ke bumi, Bulan tidak menutup seluruh bentuk matahari. “Sehingga, bagian tepi matahari membentuk gambaran seperti cincin,” kata dia.
Thomas menambahkan, aktivitas gerhana matahari memang sering terjadi, bahkan bisa mencapai setiap satu atau dua tahun sekali. Akan tetapi, karena lintasannya selalu berbeda, maka lokasi yang terkena dampak dari sorotan pun tidak selalu di lokasi yang sama.
“Di Indonesia sebelumnya terjadi pada 1998, kemudian 2009, kemudian di akhir tahun ini,” tandasnya.

Sumber : republika.co.id

Baca Juga:   Ngeri! Susuri Sungai saat Pramuka, 249 Siswa SMP Terseret Arus Deras, 7 Meninggal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here