JISCOM BUNGO — Dikukuhkannya gelar adat Rio Pulau Kerakap Kecamatan Bathin II Pelayang Kabupaten Bungo oleh Bapak M.Nasir selaku Lembaga Adat Melayu. Acara pengukuhan berlangsung di Aula Kantor Rio Pulau Kerakap, Senin 27 Juli 2020 berjalan sesuai dengan rencana.

Turut hadir dalam acara itu, Sekda Bungo, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Bungo, Ketua TP PKK Kecamatan beserta anggota, Kepala UPT dalam Batin II Pelayang, Ketua LAM Kecamatan Rio beserta Ibu Ketua TP PKK dusun se-Kecamatan Batin II Pelayang, BPD Peninjau beserta anggota dan undangan lainnya.

Dalam pidatonya bupati berpesan kepada Datuk Rio Pulau Kerakap, sebagai pemimpin dan pemangku adat di Dusun haruslah menjadi pemberi contoh yang baik kepada seluruh masyarakat.

“Penting bagi seorang pemimpin untuk mengatakan suatu cerita yang memaksa dan kaya secara moral, namun seorang pemimpin juga harus membangun dan menghidupkan cerita dimaksud. Tugas ini adalah sebuah tugas yang sulit karena semua orang berada dalam tempat yang sama. Sangat banyak pemimpin politik gagal untuk menepati janji kampanyenya” katanya.

“Titian galing dalam negeri” Orang yang tidak memiliki pendirian, sering ingkar janji, bila terpojok mengatakan lupa atau khilaf.
“Orang tua berlaku kecik” Orang tua tetapi perangainya seperti anak-anak tidak memiliki rasa malu,” Tutur Mashuri dalam pepatah Bungo.

Dalam kesempatan itu bupati menyampaikan ucapan selamat kepada gelar adat yang diberikan.

Sementara itu, Camat Batin II Pelayang Marwilisman menyampaikan, poin penting dalam menjalankan amanah kepada masyarakat.

Pertama, konsep etika cenderung dalam artian moralitas daripada sebagai filsafat moral. Etika dalam hal ini dipahami sebagai pedoman bagaimana manusia harus hidup, dan bertindak sebagai orang yang baik. Etika memberi petunjuk, orientasi, arah bagaimana harus hidup secara baik sebagai manusia.

Baca Juga:   Ketua TP PKK Kecamatan Bathin II Pelayang Gelar Rakor Persiapan Pembinaan Dasawisma

Kedua, sifat-sifat, perangai, atau perilaku yang tidak boleh dimiliki oleh seorang pemimpin dalam kebudayaan Melayu Jambi
adalah sebagai berikut

Ketiga, seorang pemimpin haruslah memiliki moralitas yang baik (berbudi luhur), di antaranya ditandai dengan beberapa sifat
berikut: ikhlas (sepi ing pamrih), tidak boleh terikat oleh hawa nafsu dan kepentingan-kepentingan duniawi; lemah lembut (halus),
adil (adil tanpa pilih kasih), murah hati (luber budi), dan bijaksana. (Hadi Chan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here