JSICOM, JAMBI — Puluhan aparat kepolisian melakukan razia di beberapa area di Kota Jambi, Selasa (9/6). Namun, razia itu tidak untuk menindak para pengguna jalan yang tak mematuhi aturan lalu lintas. Melainkan, setiap orang yang terlihat tidak menggunakan masker diberhentikan untuk beri teguran dan sanksi.
Pemberlakuan sanksi ini sudah mulai diterapkan pada Senin (8/6) kemarin. Adapun bagi warga Kota Jambi yang kedapatan tak memakai masker diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50.000.
Sanksi tersebut diatur dalam Peraturan Wali Kota No. 21/2020, terkait Pedoman penanganan COVID-19 di area publik/lingkungan usaha dan masyarakat dalam pemberlakukan relaksasi ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
Kebijakan denda dilakukan agar relaksasi atau pelonggaran untuk memastikan masa transisi persiapan ke tatanan hidup normal dapat dilakukan secara bertahap, tanpa ada resiko penambahan COVID-19.
Pada hari pertama saja, setidaknya ada sebanyak puluhan warga Kota Jambi yang terjaring razia lantaran tak memakai masker. Razia tersebut digelar di dua titik, yakni kawasan Simpang Jelutung dan Sipin, Kota Jambi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebanyak 25 pengendara yang dihentikan dan ditindak dengan anggota Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kota Jambi, yang terdiri dari Satpol PP Kota Jambi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi, TNI-Polri.
Kepala Dishub Kota Jambi, Saleh Ridho yang merupakan Koordinator Lapangan penerapan denda tanpa masker, mengatakan pada hari pertama penindakan ini pihaknya menyebar petugas di dua wilayah yang ada di Kota Jambi.
Menurutnya, sosialisasi telah dilakukan sebelumnya selama seminggu terakhir, sehingga kemarin dilakukan penindakan. Selain itu, razia penindakan tidak hanya dilakukan di jalan raya saja, namun Pemkot Jambi memiliki tim yang mengawasai pasar.
“Sudah ada tim yang dibentuk untuk melaksanakan kebijakan ini, sebagai bagian dari pemberlakuan relaksasi ekonomi dan sosial kemasyarakatan selama masa pandemi COVID-19,” kata Saleh, Selasa (9/6).
Terpisah, Koordinator Wilayah Timur, Dedi Afrianto yang juga anggota Dishub Kota Jambi menyampaikan, berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 21 tahun 2020, pihaknya melakukan tindakan.
“Untuk teknis di lapangan, pengendara apabila tidak menggunakan masker, maka pelanggar akan didenda sebesar Rp 50 ribu dan langsung diarahkan ke Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPDRD) bagi masyarakat yang melanggar,” jelasnya.
Bagi pelanggar yang berkemampuan untuk membayar langsung, pihaknya menyediakan BPDRD di lapangan untuk membayar di tempat. Namun, untuk masyarakat yang belum bisa membayar, maka pihaknya melakukan penahanan KTP dan SIM.
Menurutnya, kebanyakan warga tidak memakai masker lantaran lupa atau terlepas. Ada juga yang membawa masker, namun menaruh maskernya di dasbor sepeda motor.
“Kita tangkap yang memang tidak memakai masker,” pungkasnya.
Pemkot Jambi berharap dengan adanya razia ini, masyarakat bisa memahami pentingnya menggunakan masker saat pandemi COVID-19. Untuk petugas dilapangan, diharapkan juga memperhatikan jarak saat penindakan.

 

Baca Juga:   Rokok Luffman Bernilai Rp1,6 Miliar yang Siap Diedarkan ke Jambi Diringkus TNI AL

 

Sumber: kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here