JAMBISIBER, Jakarta – Mobil pedesaan multiguna buatan Indonesia yang dinamai Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMDES) ternyata mendapatkan respon tak hanya di dalam negeri, namun juga di mancanegara. Seorang pengusaha kaya raya asal Nigeria, berencana membeli 10.000 unit mobil pedesaan itu, untuk dipasarkan ke Nigeria.
Sebanyak 10.000 unit mobil desa akan diborong secara bertahap yang diperkirakan selama 5 tahun ke depan. Tahun ini dan tahun depan diharapkan bisa dikirim 1.000 unit terlebih dahulu.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bilyuner Afrika yang dimaksud adalah Aliko Dangote, pengusaha asal Nigeria. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Media Gathering membahas kinerja tahun 2019 dan outlook pembangunan sektor industri 2020.
Sementara itu, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, pembelian mobil desa itu melalui perusahaan Dangote Group, milik Aliko Dangote. Putu menjelaskan, pengusaha Afrika tersebut tertarik dengan AMMDes yang merupakan mobil desa dengan fungsi penyedia air, pengolahan kasava, dan penanganan biji-bijian.
Sebagai catatan, AMMDes merupakan produk terobosan yang terus didorong penggunannya oleh Kementerian Industri untuk masyarakat desa. Memiliki nama lain berupa mobil desa, AMMDES diproduksi oleh PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI).
Melansir laman Kemenperin, produk AMMDes dengan merek KMW ini menggunakan bahan bakar gasoline dan diesel yang memiliki sistem penggerak tunggal dengan kecepatan maksimal 40 km per jam.
Kapasitas silindernya tidak melebihi dari 700cc atau setara dengan 14-15 PK, dengan daya angkut beban mencapai 700 kg.
Dangote sendiri adalah Presiden atau Chief Executive Officer Dangote Group. Dia berhasil menjadi orang terkaya ke-96 di dunia sekaligus menjadi orang terkaya di Afrika. Melansir Forbes, Aliko Dangote merupakan orang terkaya di dunia peringkat 136. Jumlah kekayaannya mencapai $10,4 miliar atau jika dirupiahkan mencapai kisaran Rp 156 triliun. Dia memiliki 85% saham Dangote Cement melalui grup Dangote. Jumlah produksi tahunannya mencapai 45,6 juta ton semen. Selain semen, Aliko Dangote juga memiliki bisnis garam, gula dan juga tepung sebagai diversifikasi bisnisnya.

Sumber : goodnewsfromindonesia.id

Baca Juga:   Dampak Fenomena La Nina, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat Sepekan Mendatang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here