JSICOM – Misteri orang pendek berkaki terbalik di kawasan Gunung Kerinci, Jambi.
Tidak hanya hal mistis yang diketahui oleh masyarakat setempat. Bahkan para peneliti pernah melihat sosok orang pendek itu.

Keberadaan orang pendek berkaki terbalik di Gunung Kerinci masih menjadi perbincangan.

Dikutip dari Tribunjambi.com, bahwa sekira 700 tahun kemudian, tulisan zoologiest Van Heerwaden memperkuat catatan penjelajah dunia Marco Polo.

Kabar keberadaan orang pendek berkaki terbalik itu memancing para peneliti Eropa datang. Akhirnya sejak 1994, Debbie Martyr dan Jeremy Holden melakukan penelitian di sana selama bertahun-tahun.

Lokasinya ada di Danau Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Sebuah danau luas di puncak gunung yang diteduhi awan putih, jadi magnet wisatawan.

Di balik keindahannya, Gunung Tujuh juga menyimpan banyak keganjilan. Misteri ini memang sulit dibuktikan, namun diyakini masyarakat Kabupaten Kerinci.

Dari mulai cerita makhluk bernama Saleh Sri Menanti dan Lbei Sakti yang dikawal harimau, ada juga orang pendek berkaki terbalik.

Munculnya orang pendek berkaki terbalik di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Kerinci, memang misterius.

Ilustrasi orang bunian

Kabarnya, orang pendek ini hanya setinggi 50 sentimeter. Perwujudannya antara tubuh monyet dan manusia. Dia punya jari kaki menghadap belakang dan tumit di bagian depan.

Konon pernah ada warga Kerinci yang melihatnya, namun orang pendek itu menghilang begitu cepat.

Debbie Martyr, peneliti asal Inggris yang pernah diwawancarai Tribunjambi.com, mengatakan pernah melihat orang pendek, meski hanya sekilas.

Debbie Martyr, peneliti asal Inggris yang pernah diwawancarai Tribunjambi.com, mengatakan pernah melihat orang pendek, meski hanya sekilas.

Debby menyebut orang pendek adalah sebangsa satwa langka yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

“Bentuknya seperti orang utan. Bedanya hanya orang pandak lebih banyak di darat, sementara orang hutan lebih banyak hidup di atas pohon,” jelas Debby

Baca Juga:   Siap-siap, Twitter Akan Hapus Akun yang Tidak Aktif

Bukan satu atau dua orang yang mengirim peneliti ke TNKS. Pada 1995, WWF rela menggelontorkan dana besar untuk melakukan penelitian mengungkap misteri orang pendek di Kerinci.

Debby bercerita, sejak penelitiannya yang dimulai pada1994-1998, dia sudah lima kali melihat orang pendek di lima lokasi berbeda.

“Desember 1994, saya sudah berhasil menemukan orang pendek,” katanya.

Lima lokasi yang menjadi tempat penemuan orang pendek adalah di Pesisir Selatan dan Pasaman Sumatera Barat, Muko-muko Bengkulu dan di daerah Merangin, serta Gunung Tujuh, Jambi.

Keberadaan Orang Kerdil atau Uhang Pandak (orang pendek) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, hingga kini masih penuh misteri.

Sumber: Tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here