Beranda NUSANTARA Ngeri! Empat Gunung Meletus Bersamaan Hari ini, Kaca Rumah Warga Sampai Bergetar

Ngeri! Empat Gunung Meletus Bersamaan Hari ini, Kaca Rumah Warga Sampai Bergetar

2190
Dahsyatnya letusan gunung berapi tampak dari kejauhan (foto: pixabay/Pexels)
JSICOM — Empat gunung di Indonesia terpantau erupsi pada Sabtu, 11 April 2020. Dilihat dari Peta Magma Indonesia, Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Anak Krakatau dan Gunung Kerinci mengeluarkan magma.
Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan erupsi di Gunung Merapi sudah terjadi sejak Jumat 10 April 2020.
Gunung Merapi erupsi pada Jumat, 10 April 2020 pukul 09.10 WIB. Menurut laporan, erupsinya mencapai ketinggian kolom abu teramati 3.000 meter di atas puncak atau 5.968 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas ketebalan condong ke arah barat laut. Erupsi Gunung Merapi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 43 detik.
Untuk Gunung Anak Krakatau (GAK) juga mengalami erupsi sejak Jumat malam pukul 22.35 WIB. Erupsi GAK melontarkan kolom abu hingga 500 m di atas puncak kudung.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 38 menit 4 detik.
PVMBG menjelaskan letusan berlangsung hingga Sabtu pagi pukul 05.44 WIB.
” Letusan Gunung Anak Krakatau terjadi hingga pagi ini,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Kasbani yang dilansir dari Liputan6.com.
Kasbani mengatakan, erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau ini bersifat strombolian, artinya, letusannya sangat kecil dan terus menerus.
” Makannya Krakatau ini level II,” ujar dia.
Sementara, Gunung Semeru erupsi hampir terjadi setiap hari. Namun, tinggi kolom abu hanya 200 hingga 300 meter saja.
” Semeru hampir setiap hari, 200-300 meter saja. Sudah karakteristik Semeru seperti itu,” ujar Kasbani.
Untuk Gunung Kerinci, kata Kasbani, juga memiliki karakteristik yang sama dengan Semeru.
” Saya akan cek lagi Kerinci, kadang-kadang memang erupsi tapi kecil-kecil saja, di Kerinci ada sumber lava, sekali-sekali terdorong,” kata dia.
Keempat gunung tersebut, kata dia, berada di level II atau waspada.
Dentuman keras terjadi pada Sabtu dini hari, 11 April 2020, di wilayah Jakarta hingga Depok. Kejadian ini membuat banyak kaca rumah warga bergetar.
Menurut Surono, Ahli Vulkanologi, Mantan Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), suara gemuruh dan dentuman tersebut berasal dari Gunung Anak Krakatau (GAK). Di mana saat bersamaan, gunung di Selat Sunda itu sedang mengalami erupsi.
” Pada saat masyarakat mendengar dentuman, bersamaan dengan letusan anak krakatau/GAK. Bisa terjadi bahwa suara dentuman dari GAK,” ujar dia.
Surono menyampaikan, hal tersebut dapat terjadi akibat suasana Jakarta dan Depok yang sepi. Sehingga suara tersebut dapat terdengar.
“Apalagi saat ini kondisi sepi, tidak ada kendaraan lalulalang, tidak ada kegiatan manusia di luaran. Sepi. Bisa terjadi suara tersebut dari letusan GAK,” ujar dia.
Lantas mengapa suara dentuman dapat terdengar sedangkan di lokasi terdekat gunung tidak mendengar apapun?
Surono menjelaskan, hal tersebut lantaran adanya gelombang suaranya yang sampai di suatu daerah. Hal tersebut dapat terjadi tergantung pada tekanan udara.
Bisa jadi tekanan udara tersebut berbeda-beda. Bila ledakan tidak keras, dini hari, jika juga tidak terdengar karena tidur atau sedang kegiatan lain bisa terjadi,”tandasnya.

 

Baca Juga:   Aturan Blokir STNK Mati 2 Tahun Resmi Berlaku, Siap-siap Kendaraan Anda Jadi Bodong

Sumber: Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here