Beranda DAERAH Jambi Bertambah jadi 21 Orang, Total Positif RI per 25 April Mencapai...

Jambi Bertambah jadi 21 Orang, Total Positif RI per 25 April Mencapai 8.607 Kasus, Meninggal 720

628
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Prov Jambi saat menyampaikan perkembangan penyebaran virus corona di Jambi. Saat ini per 25 April 2020 sudah mencapai 21 orang. (araz)
JSICOM, JAMBI — Kasus positif virus COVID-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada Senin (2/3). Pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.
Sejak hari itu, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari. Ada pasien yang meninggal dunia, banyak juga yang dinyatakan negatif dan akhirnya sembuh.
Di Provinsi Jambi sampai saat ini kasus Positif Covid 19 sudah mencapai 21 orang. Data ini setelah diumumkan tiga identitas pasien Corona tambahan, Sabtu (25/4/2020) oleh Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah.
“Pasien tambahan pertama atau pasien 19 yakni laki-laki umur 40 tahun saat ini tengah rawat di RSU Abunjani, Kabupaten Merangin. Kemudian pasien 20 laki-laki umur 36 tahu juga dirawat di RSU Abunjani. Riwayat pasien ini sebelumnya pernah melakukan perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatatan,” ujarnya.
Selanjutnya, pasien 21 merupakan seorang wanita berusia 25 tahun saat ini dirawat di RSU Abdul Manap Kota Jambi.
“Pasien 21 ini memiliki riwayat berhubungan dengan pasien yang lakukan perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan,” tandasnya.
Penambahan satu warga Kota Jambi ini juga disampaikan Wali Kota Jambi, Sy Fasha dalam konferensi persnya, Sabtu (25/4/2020).
“Penambahan satu pasien yaitu seorang perempuan usia 25 tahun warga Kelurahan Rawasari Kecamatan Alam Barajo. Dengan penambahan ini, maka pasien positif Corona di Kota Jambi saat ini mencapai sembilan orang,” ungkapnya.
Sementara, Juru bicara pemerintah penanganan virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto dalam konferensi pers, mengatakan, update hingga Sabtu (25/4) ada tambahan 396 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 8.607 kasus.
Dari jumlah itu, jumlah yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 31 orang menjadi sebanyak 720 orang.
Sedangkan pasien yang sembuh setelah sempat mengidap virus corona di Indonesia bertambah 40 orang menjadi 1.042 orang.
Achmad Yurianto kembali mengingatkan bahwa dalam perjalanan mudik, seseorang berpotensi terkontak dengan orang lain yang terinfeksi virus namun tanpa gejala atau memiliki gejala namun ringan.
“Karena kita yakin perjalanan kita tidak aman. Akan sangat mungkin kita bertemu atau berkontak dekat dengan orang lain tanpa gejala, atau orang dengan gejala sangat ringan,” kata Yuri
Dalam hal ini kronologi penularan virus dapat terjadi di kendaraan umum, saat berada di terminal, di rest area di jalan tol, dan toilet umum di sepanjang perjalanan.
Atau bahkan pemudik itu sendiri yang membawa virus dengan tanpa gejala, atau bergejala ringan seperti batuk ringan dan demam tidak terlalu tinggi. Hal itu sangat berpotensi menularkan virus pada keluarga di kampung halaman karena para pemudik berasal dari wilayah yang sudah terjangkit virus COVID-19.
“Kita tidak pernah tahu siapa yang membawa virus, banyak orang tanpa gangguan yang tidak bisa kita bedakan dengan mata biasa. Jangan bepergian, jangan mudik menjadi kunci,” kata Yuri.
Oleh sebab itu masyarakat diharapkan tetap berada di rumah, menggunakan masker bila harus keluar rumah, batasi waktu jika keluar rumah, jaga jarak, hindari kerumunan orang, jangan naik kendaraan umum yang penuh sesak, beli makanan dan minuman dibungkus dan dimakan di rumah serta gunakan jasa pengantaran bila memungkinkan, dan secepatnya selesaikan urusan kemudian segera pulang ke rumah.
(araz)
Baca Juga:   Persit KCK Koorcab Rem 042 PD II/Sriwijaya Ikuti WEB Seminar Inspirasi Perempuan Sehat Berdaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here