JSICOM — Banyak orangtua mengeluhkan sistem pembelajaran secara daring. Mulai dari tidak mengertinya menggunakan aplikasi, sinyal yang sering hilang-timbul, internet yang lemot, bahkan tidak punya gawai sebagai media belajar. Pandemi menyebabkan segalanya menjadi terhambat.

Kalau bicara soal siap tidak siap, siapa yang siap dengan adanya pandemi ini? Tidak ada. Wabah ini datang secara tiba-tiba. Masalahnya bukan ada pada persiapan. Tapi, bagaimana kita menyesuaikan diri. Sudahkah kita menyesuaikan diri?

Baca juga: Kenormalan Baru yang Tidak Normal

Kurikulum pendidikan kita juga tidak sepenuhnya benar. Anak-anak SD terlalu dibebankan pada pelajaran-pelajaran berat. Pelajaran ini menjadi menakutkan mereka. Sehingga, terjadilah kegiatan menghafal. Padahal, menghafal itu tidak terlalu diperlukan dalam belajar. Yang diperlukan itu adalah memahami. Apakah anak paham dengan apa yang disampaikan? Nah, itulah hal yang terpenting.

Tapi bukan itu poinnya, poinnya adalah; sebagai orang tua, kita harus membantu anak-anak dalam belajar dengan memperhatikan pola pembelajarannya. Maksimalkan potensi berpikir mereka dengan menyesuaikan cara belajar di tengah pandemi.

Baca juga: KEZALIMAN BPHTB

Ubahlah kebiasaan dari yang biasa laring, menjadi daring. Segala hal bisa didapatkan di internet. Mulai dari pelajaran, sampai pada soal-soal. Hal itu bisa kita jadikan penunjang untuk pembelajaran anak. Dan lagi, luangkan sedikit waktu untuk mereka. Jangan hanya bergantung pada guru.

Lalu, bagaimana cara mengelola waktu belajarnya?

1. Membuat Schedule

Buatlah schedule atau jadwal harian. Agar, kita terbiasa disiplin dengan waktu. Bagilah antara waktu belajar dan bermain, atau waktu lainnya. Misal, pukul 06.00-08.00 olahraga dan bantu selesaikan pekerjaan rumah, pukul 09.00-12.00 daring, pukul 12.00-14.00 istirahat, pukul 14.00-16.00 daring, pukul 16.00-19.00 istirahat. pukul 19.00-22.00 mengerjakan tugas.

Baca Juga:   Hati-Hati Saat ini Peretas Mengintip Ponsel Anda, Begini Mencegahnya!

Selain dapat membuat waktu menjadi efektif, hal ini dapat membantu dalam memilah deadline mana yang harus didahulukan. Cara ini termasuk berpengaruh dalam mendisiplinkan diri.

Atur waktu belajar dengan teratur. Kerjakan dengan fokus tugas yang dibebankan guru. Bagi orang-orang yang belum terbiasa belajar mandiri, biasanya akan mengerjakan tugas-tugas sekolah atau kuliah di menit-menit terakhir tenggat waktu yang ditetapkan. Oleh sebab itu, membiasakan diri untuk belajar dan mengerjakan tugas di awal waktu adalah keterampilan yang mesti ditanamkan kepada diri sendiri.

2. Cari Referensi Materi

Jika materi yang didapat dari hasil daring dirasa kurang, maka segeralah berinisiatif untuk mencari referensi dari berbagai sumber, entah itu jurnal, artikel, dan sebagainya. Ajarkan juga kepada anak agar tidak hanya membaca satu referensi saja. Agar anak terbiasa membandingkan satu pendapat, dengan pendapat yang lain.

3. Persiapkan Peralatan yang Dibutuhkan

Persiapkan peralatan-peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Demikian juga perkakas teknologi seperti komputer, gawai pintar, atau tablet menjadi penting, dan terutama juga jaringan internet yang baik.

Yang paling terpenting, jaga kesehatan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi ini.***

Penulis: M. Syahrizaldi
(Mahasiswa UIN STS Jambi / Wartawan Jambisiber.com)

Editor: Budiana ST

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here