Beranda DAERAH Kartu Pra Kerja Bukan Untuk Gaji Pengangguran

Kartu Pra Kerja Bukan Untuk Gaji Pengangguran

383
Jumlah pencari kerja kian meningkat seiring melonjaknya angka pengangguran. F-Ilustrasi/net

JAMBISIBER, Jakarta – Pemerintah bakal merealisasi rencana program kartu pra kerja pada tahun 2020 mendatang.

Anggapan pro-kontra pun datang dari berbagai pihak lantaran salah satu wacana dalam program kartu pra kerja ini adalah memberi insentif kepada peserta yang merupakan anak-anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan.

Beberapa orang menilai, pemberian insentif kepada beberapa golongan tersebut sama dengan menggaji pengangguran.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menjelaskan, mengenai dana insentif untuk pemegang Kartu Pra Kerja bukan berarti memberikan gaji kepada pengangguran. Melainkan untuk memberi insentif untuk memudahkan mendapatkan pekerjaan.

“Kartu Pra Kerja untuk memacu supaya pemegang kartu ini bisa lebih semangat mendapatkan kerja. Bukan berikan gaji pada yang nganggur,” kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyampaikan, pemerintah akan mengeluarkan insentif sebesar Rp 3,65 juta sampai dengan Rp 7,65 juta per kepala untuk peserta program Kartu Prakerja yang dimulai tahun 2020

Dijelaskannya insentif tersebut diberikan kepada peserta untuk empat keperluan, yang pertama untuk membiayai pelatihan. “Biaya pelatihan Rp 3 juta sampai Rp7 juta itu bergantung dari jenis pelatihan yang diikuti peserta,” ujar Ida.

Yang kedua biaya sertifikasi. Ida mengatakan biaya tersebut akan disubsidi pemerintah. Subsidi diberikan sebanyak Rp 0 sampai Rp900 ribu. Ketiga, lanjut Ida, untuk insentif pasca pelatihan. Peserta akan diberikan insentif sebesar Rp500 ribu untuk kebutuhan melamar pekerjaan.

Dan, yang terakhir yakni biaya pengisian survei. Total insentif yang digelontorkan untuk biaya pengisian survei ini sebesar Rp 150 ribu.

“Diberikan reward Rp50 ribu setelah pengisian survei. Survei pekerjaan dilakukan tiga kali, jadi 3 dikali Rp50 ribu,” jelasnya.

Baca Juga:   Peringati Hari Juang Kartika TNI AD, Korem 042/Gapu Anjangsana Kepada Keluarga Veteran

Ida menambahkan, penerima kartu pra kerja ini akan diprioritaskan untuk mereka yang memang siap memasuki dunia kerja, namun belum memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Penerima kartu selanjutnya bisa mengikuti pelatihan yang dibuka oleh lembaga swasta dan biayanya bisa ditanggung oleh negara. Presiden meminta kartu pra kerja ini paling lambat Februari tahun 2020 sudah bisa digunakan. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here