JSICOM, JAMBI — Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan status siaga darurat Virus Corona atau Covid-19 di Jambi. Hal ini dilakukan menyikapi instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta setiap pemerintah daerah/kota untuk segera menetapkan status daerahnya masing-masing.
Juru Bicara Tim Penanganan Corona Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, dengan naiknya status Jambi menjadi siaga sudah ditandatangani Gubernur Jambi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah, maka pemerintah daerah bisa menggunakan dana tak terduga yang ada di APBD Provinsi Jambi dan kabupaten/kota untuk mempercepat penanganan Covid-19.
Untuk Provinsi Jambi, dana tak terduga yang telah disiapkan sebesar Rp 11 miliar, terdiri dari usulan Rumah Sakit Raden Mattaher, Dinas Kesehatan, dan Kepala BPBD Provinsi Jambi. Untuk rumah sakit penambahan Ruang Isolasi, Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan tambahan dengan usulan penambahan ruang isolasi yang baru.
Dinas Kesehatan akan meningkatkan sosialisasi dan pakaian APD bagi petugas yang mengambil sampel uji swab APD bagi petugas.
Untuk BPBD yakni untuk peningkatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan instansi vertikal, termasuk Polda, Danrem, dan Forkopimda lainnya, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai POM dan sebagainya.
Dana Tak Terduga itu setiap tahun dianggarkan oleh pemerintah Provinsi Jambi untuk menghadapi situasi darurat atau siaga, dasarnya harus ada surat penegasan dari Menteri Dalam Negeri.
Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) virus corona di Jambi ( Covid-19 ) pada Sabtu (21/3/2020), meningkat menjadi 13 orang. Jumlah ini bertambah dua dari sehari sebelumnya yang 11 orang.
Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) masih diangka 132 orang dan pasien dalam proses uji laboratorium menjadi tujuh orang.
Melonjaknya jumlah ODP, setelah dinas kesehatan kabupaten dan kota menyampaikan data ke Dinas Kesehatan Provinsi Jambi
Johansyah menyampaikan, bertambahnya dua orang PDP ini karena pada Jumat(20/3/2020) malam, ada penambahan pasien.
“Jumat malam ada yang masuk ke ruang isolasi RSUD Raden Mattaher Jambi,” ujarnya Sabtu (21/3/2020).
Seorang anak berusia 4 tahun dan seorang bapak berusia 60 tahun, masuk kategori Pasien Dengan Pengawasan (PDP).
Saat ini, mereka sedang ditangani tim medis RSUD Raden Mattaher, yakni pengecekan kesehatan dan uji swab paling lambat dilaksanakan pada Minggu (22/3).
Johan mengatakan dua pasien tersebut berasal dari Tanjung Jabung Timur.

 

Baca Juga:   Kejaksaan Negeri Batang Hari Beri Bantuan Kepada Warga Yang Terdampak Pandemi Covid 19

 

Sumber: Tribun Jambi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here