JAMBSIBER.COM, Jambi – Masalah kecanduan narkoba saat ini sudah begitu mengkhawatirkan. Pasalnya, bukan hanya orang dewasa yang kecanduan, namun anak- anak pun jadi sasaran.

Untuk itu, Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Yayasan Sahabat Jambi, Sabtu (12/10/2019) kemarin, menggelar seminar terkait dampak penyalahgunaan napza dengan tema peran Yayasan Sahabat Jambi sebagai IPWL bagi korban penyalahgunaan Napza dalam proses penegakan hukum di Provinsi Jambi.

Acara yang digelar di Aula Pertemuan IPWL Kasang ini diikuti puluhan remaja yang menjalani rehabilitasi kecanduan narkoba. Menurut Program Manager IPWL Yayasan Sahabat Jambi Heru Widarsa, sejak 2006 telah melakukan banyak hal dalam
menyelamatkan generasi dari keteragantungan narkoba dan dampak lainnya.

“Seminar ini tujuannya adalah untuk bisa membentuk budaya Narcotics Anonymous (NA) atau kelompok pemulihan dengan fokus untuk bersih dari narkoba. Karena sejauh ini di Jambi budaya NA belum cukup,” sebutnya

Saat ini lanjutnya, klien Program Rawat Jalan dan Rawat Inap dari IPWL Yayasan Sahabat Jambi, yang sedang menjalani proses pemulihan adiksi secara keseluruhan berjumlah 118 orang. Mereka keseluruhan berasal dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Heru berharap, klien yang saat ini menjalani rehabilitasi di Yayasan Sahabat Jambi, agar segera pulih dan bisa kembali ke keluarga dan masyarakat. “Semoga bisa cepat pulih dan kembali di kehidupan bersama masyarakat lainnya. Yang penting, harus ada tekad kuat untuk bisa sehat dan sembuh,” pesannya.

Heru berpendapat bahwa, dengan menghukum salah seorang korban penyalahgunaan nakoba seperti memenjarakan yang bersangkutan kedalam penjara selama kurun waktu tertentu, telah terbukti tidak dapat menghasilkan dampak yang positif dan efektif, bagi yang bersangkutan. Sementara dengan cara rehabilitasi ini dapat memberi dampak positif.

Baca Juga:   5.744 Petugas Disiagakan Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan di Jambi

Pada kesempatan yang sama, Muzni Syauri, alumni Program Rawat Inap IPWL Yayasan Sahabat Jambi turut menyampaikan pendapat, khususnya sehubungan dengan implementasi dari pada penegakan hukum terkait penyalahgunaan Napza di Jambi masih
sering. Menurutnya, proses penegakan hukum terkait penyalahgunaan napza, masih jauh dari harapan.

“Setidaknya, dari nilai yang selama ini, terkandung dalam Undang-Undang terkait penyalahgunaan Napza, yang berlaku di Republik ini. Dimana nilai prinsip tersebut arahnya perlu dan harus dapat dipastikan, agar benar-benar terarah, serta benar-benar berlandaskan pada persepsi, bahwa para penyalahguna Napza tersebut adalah korban,” ungkapnya

Sementara itu melalui presentasinya, Hendra Kurniawan selaku Konselor Adiksi Senior IPWL Yayasan Sahabat Jambi menyampaikan beberapa rekomendasi, kepada seluruh peserta yang hadir, di antaranya mendorong inisiatif serta motivasi dari peserta, khususnya keterkaitan dengan implemenatasi dan proses advokasi kebijakan mengenai penanggulangan Napza yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Ini yang dapat menjadi pola atau acuan bagi para peserta, untuk kedepan. Yang mana, selain itu, tentunya kita juga perlu untuk adanya proses sosialisasi, konsultasi, edukasi, serta evaluasi, dengan secara sistematis dan berkesinambungan, pada setiap tingkatan implementasinya” jelas Hendra.

Hendra menuturkan kegiatan Seminar Psycho Education korban penyalahgunaan Napza dan rawat jalan, seperti ini akan di selenggarakan secara berkala dan berkesinambungan untuk menjalin tali silaturahmi. Hadir sebagai tamu undangan dari Dinas Sosial Provinsi Jambi untuk mendampingi dan memberi semangat kepada para peserta seminar yang berasal dari berbagai daerah dan kalangan. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here