JSICOM, JAMBI – Diduga sengaja menerapkan KUHP untuk menjerat tersangka menjadi terdakwa dalam tindak pidana ringan dianggap semena-mena pihak Kejaksaan/JPU Kejari Jambi tidak berupaya menerapkan Restorasi Justice.

Bermula kejadian disebabkan arogansi pengemudi di jalan raya berbuntut ke meja pengadilan. Pasalnya Hasan Rachman alias Sani Bin rachman (44) yang menjadi terdakwa merasa ada kejanggalan.

Melalui kuasa hukumnya Sani mengaku bahwa cerita sebenarnya tidak seperti yang diceritakan oleh pelapor Try Sutrisno.
Sani menceritakan kronologi kejadian. Pada saat sore seorang sopir unit mobil Ford Ranger Single Cabin warna hitam sekira pukul 07.20 pagi tanggal 16 bulan Maret tahun 2019 lalu di sekitaran Simpang Pucuk Kelurahan Simpang Empat Sipin Kecamatan Telanai Pura Kota Jambi.

Secara tiba-tiba membunyikan klakson berkali-kali, lalu unit mobil Ford tersebut memepet mobil Suzuki Ertiga yang dikendarai oleh Saudara Hasan Rachman Als Sani Bin Rachman, selanjutnya sopir mobil Ford yang diketahui namanya Saudara Try Sutrisno melontarkan kalimat atau kata kata kotor dan yang bernada ancaman “KU BUNUH KAU” kemudian berlanjut dengan perbuatan pengejaran/penyerangan ke rumah Saudara Hasan Rachman di Jalan Kaca Piring II Komplek Teluk Permai Kelurahan Simpang Empat Sipin oleh Saudara Try Sutrisno bersama seorang rekannya yang tidak diketahui identitasnya.

Di mana pada saat Sdr. Try Sutrisno bersama satu orang rekannya turun dari mobilnya dengan membawa sebatang besi kunci roda mengejar Sdr Hasan Rachman sembari mengucapkan kata-kata ancaman “Njing Ku Bunuh Kau”.

Terdakwa spontan mengambil parang yang pada saat itu tergeletak di tepi selokan depan rumah, yang mana parang tersebut sebelumnya dipergunakan untuk membersihkan rumput oleh anggota pembersihan, melihat kondisi itu Sdr Try Sutrisno bersama satu orang rekannya kembali lagi masuk ke mobilnya dan bergerak maju meninggalkan rumah kediaman Hasan Rachman.

Baca Juga:   Hasil Survei: Prabowo Kandidat Capres Terkuat 2024

Namun selang beberapa menit kemudian unit mobil Ford berbalik lagi datang ke rumah Sdr Hasan Rachman dan mengarahkan unit mobil yang dikendarainya mau menabrak Sdr Hasan Rachman, lalu Sdr. Hasan Rachman mengelak/menghindar dan secara spontan mengambil parang, lalu mengayunkan kebagian depan kanan unit mobil tersebut sehingga kaca mobil tersebut pecah, Sdr Try Sutrisno pun kabur mengendarai mobilnya meninggalkan lokasi kejadian.

Saat kuasa hukum Sani mengkomfirmasi pada tanggal 2 Februari Pkl 15.00 Wib di halaman Pengadilan Tinggi JPU Saudari Haasniyanti Rizky Mulia, SH selaku JPU dengan menceritakan apa yang beliau dengar dari kliennya tetapi Hasniyanti membantah cerita dari kuasa hukum sani dan sengaja kami cantumkan Pasal 335 Ayat (1) agar bisa dilakukan penahanan terhadap terdakwa, karena kalau Pasal 406 Ayat (1) tidak bisa dilakukan penahanan karena menurut JPU mengatakan bahwa, berdasarkan KHUP keterangan terdakwa dianggap nol (0).

Dalam perkara ini berulang kali kuasa hukum Sani menceritakan apa yang di sampaikan Sani ke kuasa hukum nya tetapi selalu ditolak oleh Hasniyanti. Beliau tetap bersikeras bahwa dia selaku JPU keterangan terdakwa adalah nol dan saya tetap berpedoman kepada saksi saksi saya ujarnya kepada awak media dan kuasa hukum Sani.

Sumber: (Sonia/Bidikindonesia.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here