Beranda NASIONAL Gara-gara Iuran Naik, Tagar Boikot BPJS Trending di Medsos

Gara-gara Iuran Naik, Tagar Boikot BPJS Trending di Medsos

JAMBISIBER, Jakarta – Tagar #BoikotBPJS sedang trending di lini masa media sosial. Saat ditelusuri di Twitter mayoritas cuitan warganet soal BPJS Kesehatan mengarah pada protes mereka pada kenaikan iuran.

“Bpjs naik mahal banget anjir…kerjaan susah…haduh,” tulis salah satu pengguna Twitter @Aldo42128151.

Juga warga net lainnya @vaduk*__k*lak menyampaikan keluhannya. “Untuk apa kau ciptakan BPJS Jika ujungnya menambah beban rakyat kecil,” tulisnya.

Cuitannya tersebut juga bernada ajakan kepada pengguna twitter lainnya untuk meramaikan tagar agar didengarkan oleh pemerintah dan pihak Istana.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan telah resmi ditetapkan Presiden Joko Widodo dalam Peraturan Presiden RI No 75 Tahun 2019 soal Perubahan Atas Peraturan Presiden No 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Kenaikan ini akan berlaku mulai Januari 2020 mendatang.

Untuk kelompok miskin dan kurang mampu, iuran BPJS Kesehatan tetap ditanggung oleh pemerintah yakni sebanyak 96,2 juta jiwa. Soal kenaikan iuran ini, Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf menyebut pemerintah masih memegang porsi terbesar pembayaran.

“Besaran iuran yang akan disesuaikan tidaklah besar apabila dibandingkan dengan besarnya manfaat yang diberikan Program JKN-KIS ketika ada peserta yang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan,” kata Iqbal

Berikut daftar iuran BPJS Kesehatan yang berlaku pada 1 Januari 2020:
1. PBI pusat dan daerah Rp 42.000 dari Rp 23.000 per bulan per jiwa
2. Kelas I menjadi Rp 160.000 dari Rp 80.000 per bulan per jiwa
3. Kelas II menjadi Rp 110.000 dari Rp 51.000 per bulan per jiwa
4. Kelas III menjadi Rp 42.000 dari Rp 25.500 per bulan per jiwa.

Sumber: detik.com

Baca Juga:   BREAKING NEWS: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Tangkap KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here