Beranda NUSANTARA Seorang Ibu Nyaris Dihakimi Massa, Karena Dituduh Penculik Anak, Padahal Cuma Numpang...

Seorang Ibu Nyaris Dihakimi Massa, Karena Dituduh Penculik Anak, Padahal Cuma Numpang Istirahat Kelelahan Habis Mulung

Dituduh penculik Irawati asal puncak sekuning, Palembang, Sumatera Selatan nyaris dihakimi massa (Foto Facebook Cha Andini)
JSICOM – Seorang ibu tua mengalami nasib apes saat menjalankan pekerjaannya sebagai pemulung. Ia dituduh warga sebagai penculik anak saat sedang bekerja.
Persitiwa ini pun sempat terekam dalam video dan viral di media sosial. Sebuah video viral di media sosial, menunjukkan adanya pemulung bernama Irawati (55) yang dituduh warga sebagai penculik anak.
Melansir TribunStyle.com, video tak mengenakkan ini pertama kali dibagikan oleh akun facebook Cha Andini dan viral di media sosial.
Irawati menjelaskan, kejadian yang membuatnya viral berawal saat ia sedang duduk di got depan bedengan di Jalan Disibuki Gang iklas, Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur, sekitar pukul 15.30 WIB.
Irawati yang berprofesi hanya sebagai pemulung, dihakimi massa, ditarik bajunya dan ditampar oleh seorang perempuan.
Diketahui, Ibu Ira merupakan pemulung warga Puncak Sekuning Kecamatan Ilir Barat 2 Kota Palembang.
Sementara ia dituduh melakukan penculikan di Kampung Sawah Brebes. Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.
Irawati yang baru balik dari bekerja mencari barang rongsokan, hanya mampu mengumpulkan Rp 7 ribu saja.
Lelah berkeliling, ia memutuskan untuk istirahat, meletakkan karung besarnya yang tak lain berisi barang-barang rongsokan di dekatnya.
Namun, warga yang mencurigai karung tersebut justru menuduh Irawati telah melakukan pencurian dan penculikan anak.
Irawati lantas diintimidasi oleh segerombol warga. Dituduh sebagai pencuri dan dipaksa mengakui hal tersebut, padahal ia sama sekali tak melakukannya.
“Untuk apa saya culik anak orang, hidup saya sendiri saja susah,” keluh Irawati, dilansir dari TribunStyle.com, Senin (17/2/2020).
Irawati menjelaskan bahwa karung yang dibawanya tidak berisi anak kecil seperti yang dituduhkan.
Dalam karung tersebut, hanya terdapat pakaian, alat masak dan barang-barang rongsokan yang dikumpulkan Inu Ira.
Emosi warga semakin memuncak ketika menemukan adanya pisau di karung Irawati, yang dituduhkan sebagai sebuah senjata untuk mengancam.
Padahal, diakui Irawati, pisau itu hanya digunakan untuk memotong sayuran.
“Bukan senjata untuk mengancam orang,” jelasnya.
Meski telah dijelaskan, Irawati tetap dihakimi.
“Setelah saya jelaskan ke orang itu lalu saya pergi,” terangnya.
Saat sedang duduk di depan toko Mega Warna di Jalan Pangeran Antasari, warga yang tak puas dengan jawaban Irawati memaksa karungnya dibuka.
Lantaran merasa tak bersalah, Ibu Ira menolak membuka karungnya.
Ternyata, dalam karung Ibu Ira terdapat beberapa pakaian dalam miliknya, sehingga ia malu untuk membukanya di hadapan warga.
Cekcok mulut kian memanas sampai mengundang perhatian warga.
Polisi lantas mengamankan wanita paruh baya tersebut di Mapolsek Tanjungkarang Timur.
Atas kejadian itu, Irawati berniat untuk kembali ke Palembang.
Sebab tak memiliki kontak keluarga, Bu Ira diamankan di Mapolsek TKT.
Ia yang menurut polisi terbukti tak bersalah, justru meminta maaf pada warga yang telah memaki-makinya.
“Kepada seluruh warga dan pemilik toko (tempat ia duduk) saya mohon maaf. Saya tidak mencuri, cuma cari rongsokan buat makan,” ucapnya.
Irawati mengaku sebagai orang datangan dari kota Palembang. Ia baru enam bulan berada di kota Bandar Lampung.
Sejak ditinggal suaminya di tahun 1986, Bu Ira mengaku hidup sendiri.
Merantau demi mendapatkan hidup yang lebih baik, ia justru malah dituduh sebagai pencuri.
Usut punya usut, warga yang menuduh Irawati hingga terjadi kesalahpahaman bernama Gita Mandasari.
Gita lantas diamankan pihak kepolisian sebagai saksi. Polisi pun menegaskan bahwa Ibu Ira tak bersalah.
“Kami tidak menemukan barang bukti yang mengarah ke tuduhan itu, dia (Irawati) adalah seorang pemulung barang bekas,” jelas pihak kepolisian.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya sangat menyayangkan kejadian tersebut, ia menghimbau agar masyarakat tak mudah percaya isu dan hoax.
Ia juga meminta agar masyarakat segera lapor pada pihak kepolisian jika menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Sementara itu, melalui laman instagram @respekpeduli_lampung, mantan majikan Irawati yang bernama Sri menanggapi berita Irawati yang dituduh sebagai pencuri.
Menurut Sri, Irawati atau Bik Wati adalah orang yang jujur. Ia menegaskan bahwa tuduhan pada Bik Wati tidaklah benar.
“Ibu Sri bercerita, jika ibu irawati atau yg akrab di sapa Bik Wati pernah bekerja dengannya, Bik wati adalah orang yg jujur, baik, dan gak aneh aneh,” berikut keterangan unggahan instagram @respekpeduli_lampung, dikutip Sosok.ID, Senin (17/2/2020).
“Saya kaget mas melihat berita tsb, akhirnya saya ke kantor polisi guna memastikan berita tsb, dan benar adanya itu adalah bik wati Ungkap ibu Sri . . .
“Saya gak maling bu , saya gak nyulik anak .. saya duduk karna saya capek jalan seharian..
“saya gak mau buka karung saya karna ada bh dan celana dalem jadi saya malu pisau itu saya beli bu , karna setiap mulung atau ngemis dipasar dia suka dikasih ikan , sayur dan buah sama pedagang pasar .. trs dia masak pake panci nya ..
“kalo palu ya saya kan mulung jadi apa yg bisa saya ambil ya saya ambil ungkap Ibu Sri menirukan Ibu Irawati atau bik Wati .
“hari itu ibu irawati baru dpt uang 7rb , katanya uang nya buat beli nasi tp pas istirahat dia malah dtuduh maling juga penculik anak…” tulis keterangan tersebut.
Netizen yang marah dengan perempuan yang sampai menampar Bik Wati lantas mengecam tindakan tersebut.
@q_bobby88: itu yg nampar di tampar balik aja, gak ada ot*k, gak tau dosa….
@floweryukii_: Bu @gitamandasari @gitamanda533 berdoa saja supaya tidak kembali ke anda, dikemudian hari menjadi pemulung seperti ibu yang anda tampar. Tapi saya yakin, Tuhan tidak tidur. Anda seenaknya menampar ibu itu apa tidak merasa “oh iya perilaku saya dilihat oleh Tuhan”
@d3638bf1: Karma pasti berlaku untuk ibu2 penampar pemulung, tangan kotornya sudah menyakiti rakyat kecil yang seharusnya dibantu. Hukum pelaku kriminal, jangan dibiarkan bebas berkeliaran. (*)

Sumber : TribunStyle.com | gridhot.id

Baca Juga:   Bukan hanya Indonesia, WhatsApp Down di Seluruh Dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here