Beranda Batanghari Ditengah Corona Mewabah, Banjir Hantam Ekonomi Warga

Ditengah Corona Mewabah, Banjir Hantam Ekonomi Warga

500
Selain Virus Corona warga Desa Simpang Aurgading mulai merasakan dampak banjir yang melanda desa mereka, Selasa (5/5/2020)
JSICOM, BATANGHARI — Wabah virus Corona mulai berimbas kepada warga Kabupaten Batanghari, seperti petani dan warga berpenghasilan rendah yang mulai kesulitan ekonomi.
Karena hal tersebut mereka yang terkena dampak dari pandemi virus Corona berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari secepatnya membantu kehidupan mereka.
Padahal, sebagaimana himbauan pemerintah, sudah sebulan warga bertahan di rumah masing-masing sejak dinyatakan siaga virus Corona pada Maret 2020 lalu, kemudian menaikan status menjadi waspada Covid-19 hingga darurat.
Tetapi, wabah virus corona yang sangat mematikan itu belum juga hilang dari wilayah Bumi Serentak Bak Ragam ini. Akibatnya, sebagian besar warga mulai menjerit karena mulai kesulitan ekonomi. Mereka mulai panik kehabisan kebutuhan pokok, sementara uang tabungan sedikit mulai sedikit semakin berkurang dan habis.
Apalagi bantuan sembako yang dijanjikan pemerintah hingga kini belum juga ada kepastian kapan mau dibagikan.
“Semenjak wabah virus corona ini, kami mulai kesulitan ekonomi. Kami takut terinfeksi virus corona. Sebulan ini di rumah saja, makan dari uang tabungan. Bantuan pemerintah tak kunjung juga tiba,” ujar Dedi warga Simpang Aurgading kepada jambisiber.com, Selasa (5/5/202).
Akibat curah hujan tinggi area perumahan warga Desa Simpang Aurgading mulai terendam banjir, Selasa (5/5/2020)
Celakanya tambah Dedi, keadaan banjir membuat area perkebunan karet warga mulai terendam, sebagian warga mulai tidak mendapatkan penghasilan.
“Sudah hampir sepekan ini tidak ada mata pencarian, apalagi area perkebunan karet kami mulai terendam banjir membuat ekonomi kami semakin sulit,” katanya.
Dedi berharap, dengan keadaan ini ada perhatian dari pemerintah dan ia meminta pemerintah secepatnya merealisasikan program bantuan kepada masyarakat.
“Semoga program bantuan pemerintah segera terealisasi untuk warga Desa Simpang Aur Gading,”ujarnya.
Dedi, berharap banjir segera surut sehingga banjir tak lagi merendam kebun karetnya sehingga ia bisa menyadap seluruh tanaman karet yang ada di kebun.
Warga Desa Simpang Aurgading mulai merasakan dampak banjir, Selasa (5/5/2020)
Hal yang sama juga dialami warga lainnya, Syahroni. Ia mangaku banjir yang merendam kebunnya membuatnya tidak bisa menyadap karet. Selain karena kedalaman banjir yang cukup dalam membuat produksi getah menurun. “Sebagian kebun warga sudah terendam banjir, kami sudah tidak bisa lagi menyadap karet,”ujarnya
Selain itu, sejak merebaknya virus corona ini banyak warga desa mulai kesulitan ekonomi. “Entah sampai kapan ini berakhir” keluhnya.
Di tengah kehidupan yang serba tidak menentu tersebut mereka berharap kepada Pemkab Batanghari untuk segera membagikan bantuan kepada warga.
“Semoga wabah dan musibah ini cepat berakhir dan wargapun bisa beraktifitas seperti semula, Amin…,”tutupnya.
(Den)
Baca Juga:   Pengumuman Hasil Seleksi CPNS 2019 Kabupaten Batang Hari, Cek di Sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here