Beranda DAERAH Dampak Corona, 48 Perusahaan Swasta di Jambi Tutup, 4.015 Orang di Rumahkan

Dampak Corona, 48 Perusahaan Swasta di Jambi Tutup, 4.015 Orang di Rumahkan

4070
Ilustrasi karyawan perusahaan - net
JSICOM, JAMBI — Dampak pandemi virus Corona mulai menyebabkan ribuan orang di Jambi menganggur. Beberapa perusahaan swasta mulai tutup.
Sampai saat ini, tercatat ada 4.015 karyawan di Provinsi Jambi yang terkena dampaknya.
“Sekitar 4.008 orang tenaga kerja di Provinsi Jambi diberhentikan sementara atau dirumahkan dan tujuh orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK),”ujar Kepala Dinas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi, Bahari, Senin (13/4/2020).
Bahari mengatakan, seluruh tenaga kerja yang diberhentikan akibat dampak corona tersebut berasal dari 48 perusahaan swasta. Perusahaan yang banyak merumahkan tenaga kerja atau karyawan terutama pusat-pusat perbelanjaan.
“Perusahaan-perusahaan swasta di Jambi kini sudah banyak yang tutup akibat corona, termasuk beberapa pusat perbelanjaan. Kondisi demikian membuat perusahaan terpaksa merumahkan karyawan. Sedangkan sebagian perusahaan yang masih buka mengurangi jam kerja dan gaji karyawan,” katanya.
Menurutnya, ribuan tenaga kerja yang diberhentikan sementara tersebut tetap mendapat upah dari perusahaan. Pihak perusahaan yang tutup sementara akibat wabah corona di Jambi diharapkan tidak sampai melakukan PHK terhadap karyawan. Perusahaan swasta di Jambi diharapkan lebih mengutamakan pengurangan jam kerja, upah dan lembur ketimbang melakukan PHK.
“Pantauan kami di lapangan, karyawan yang dirumahkan akibat dampak virus corona tetap mendapatkan upahnya. Namun kami mengharapkan perusahaan tidak sampai melakukan PHK. Kalau pun PHK sampai terjadi, hal tersebut merupakan jalan terakhir jika wabah virus corona tidak kunjung berakhir,” katanya.
Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Johansyah mengatakan, Pemprov Jambi mengimbau seluruh karyawan yang dirumahkan dan di-PHK di Jambi segera mengurus kartu prakerja. Pengurusan kartu prakerja tersebut dilakukan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi.
“Bagi pekerja yang dirumahkan atau di-PHK disiapkan dana bantuan sekitar Rp 3.550.000/orang. Sekitar Rp 1 juta dana tersebut untuk pelatihan online, Rp 600.000/bulan selama empat bulan untuk biaya hidup dan Rp 150.000/bulan untuk keperluan survei usaha,” katanya.
Dijelaskan, berdasarkan data Disnakertrans Provinsi Jambi, kuota kartu prakerja Provinsi Jambi yang diusulkan kepada pemerintah pusat sekitar 43.320 orang. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang sudah terdata berstatus diberhentikan dan PHK sekitar 4.015 orang.

 

Baca Juga:   Alhamdulillah! Pasien Sembuh Covid-19 di Jambi Hari Ini Bertambah 9 Orang

Sumber: BeritaSatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here