Beranda DAERAH Dalam Waktu 10 Hari, Satnarkoba Polresta Jambi Berhasil Ciduk 24 Tersangka

Dalam Waktu 10 Hari, Satnarkoba Polresta Jambi Berhasil Ciduk 24 Tersangka

417
Tersangka kasus narkoba yang berhasil diringkus Satnarkoba Polresta Jambi, Senin 13 Juli 2020. (Foto: Ron)
JSICOM, JAMBI — Tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Jambi dibawah
pimpinan Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian berhasil mengungkap
dan menangkap pelaku pengedar, dan bandar narkoba selama 10 hari kebelakang
dengan barang bukti dan 24 tersangka.
Dari hasil penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sabu-sabu sebanyak 100,4 gram, ganja 579,20 gram dan pil ekstasinya sebanyak 45
butir.
“Hari ini kami menyampaikan pengungkapan kasus narkoba selama 10 hari belakang penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polresta Jambi. Yaitu pengungkapan dengan tersangka 23 laki-laki dan satu perempuan, dengan barang bukti berupa Sabu-sabu sebanyak 100,4 gram, ganja 579,20 gram dan pil ekstasi sebanyak 45 butir,” kata Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian melalui Wakapolresta Jambi AKBP Ruli Andi Yunianto saat konfrensi pers di Mapoltabes Jambi, Senin 13 Juli 2020.
Dikatakan Ruli, status tersangka ada yang pengedar, ada yang membantu mengedarkan dan ada juga yang menggunakan saja. “Seperti satu tersangka wanita juga ikut mengedarkan. Semua tersangka kini telah kita periksa yang mana saat ini dalam peyelidikan oleh Satnarkoba Poltabes Jambi.” ungkapnya.
“Ini merupakan keseriusan kami dalam menindak penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polresta Jamb,” tegas Ruli.
Ruli juga mengatakan, dari 24 tersangka ada 13 kali pengungkapan selama 10 hari
sehingga satu hari ada yang lebih dua kali penangkapan. Untuk pengungkapan
jaringan Ruli mengaku masih dilakulan penyidikan lebih dalam.
“Penyidikan selama ini yang kita lakukan dalam lokal dimanapun berada maupun di
Lapas ataupun di luar negeri masih kita dalami lebih lanjut, itu perlu waktu
penyidikan lebih dalam,” katanya.
Sementara itu lanjut Ruli, untuk resedivis ada beberapa orang yang sudah pernah melakukan itu pernah kembali.
“Mungkin karena ini pekerjaan menurut mereka yang paling menjanjikan, kerjanya sebentar untungnya banyak, padahal ini yang merugikan masyarakat dan negara,” tandasnya. (Ron)
Baca Juga:   Waspada! Jambi akan Dilanda Cuaca Ekstrem Hingga Januari 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here