JSICOM, JAMBI – Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI M. Zulkifli, yang juga Kepala Pelaksana Harian Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi mengatakan, 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Polisi Kehutanan, dan Manggala Agni akan kita kerahkan untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla di Provinsi Jambi.

“Untuk saat ini kita siapkan 1.500 personel. Bisa bertambah, nanti kita lihat perkembangannya. Apalagi kan Agustus hingga September diprediksi kemarau,” kata Zulkifli usai apel pelepasan Satgas Karhutla Provinsi Jambi di Lapangan Apel Makorem 042/Gapu, Minggu 2 Agustus 2020.

Untuk personel yang diberangkatkan hari ini, Zulkifli mengatakan akan ditempatkan di sejumlah desa di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) sebanyak 135 orang.

“Minggu depan akan kita masukkan lagi pasukan ke wilayah Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi untuk mengantisipasi Karhutla,” ujar Zulkifli.

Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan TNI-Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla di Jambi. Dikatakannya, perlu peran serta semua pihak untuk mencegah terjadinya Karhutla.

Zulkifli juga mengimbau masyarakat maupun perusahaan, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, guna mengantisipasi terjadinya Karhutla.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Dan kami mengimbau untuk tidak membakar lahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi saat dikonfirmasi mengatakan, Polda Jambi dan Polres jajaran juga menyiapkan personel untuk penanganan Karhutla.

“Jumlahnya kita sesuaikan dengan permintaan,” ujar Firman.

Ditambahkan Firman, personel yang dikerahkan ditempatkan sedekat mungkin dengan lokasi rawan Karhutla. Tujuannya, apabila terjadi kebakaran personel bisa cepat dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Firman juga mengajak semua pihak untuk berperan serta mencegah terjadinya Karhutla di Jambi. Terutama perusahan-perusahaan perkebunan yang beroperasi di Jambi.

Baca Juga:   UMP Provinsi Jambi Naik Menjadi Rp 2,6 Juta Perbulan

“Perusahaan juga kita minta bergabung untuk ikut mengantisipasi terjadinya Karhutla,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jambi Fachrori Umar menyampaikan, Satgas Karhutla Provinsi Jambi akan ditempatkan di 254 desa atau kelurahan rawan Karhutla. Fachrori menyampaikan, 254 desa rawan Karhutla tersebut ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan bersama TNI, Polri, dan Pemprov Jambi.

“Juga akan ditempatkan petugas patroli pembalakan liar di sejumlah daerah,” ujar Fachrori saat apel pelepasan Satgas Pegendalian Karhutla Provinsi Jambi di Makorem 042/Gapu.

Fachrori selaku Komandan Satgas Pengendalian Karhutla Provinsi Jambi juga berpesan kepada anggota Satgas untuk bekerja dengan baik, efektif, dan efisien.

“Fokus upaya pencegahan Karhutla, bukan pemadaman. Namun tindakan pemadaman tetap harus dilakukan jika terjadi Karhutla,” pungkasnya. (Penremgapu)

Editor: Budiana ST

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here