Beranda DAERAH BMKG: Hujan Ekstrem Bisa Terjadi 5-10 Januari, Warga Jambi Khawatir Banjir

BMKG: Hujan Ekstrem Bisa Terjadi 5-10 Januari, Warga Jambi Khawatir Banjir

375
BMKG memprediksi hujan ekstrem kembali terulang pada awal Januari 2020 (Foto Ilustrasi/net)
JAMBISIBER, Jambi – Sejak beberapa hari terakhir, langit di kota Jambi tampak diselimuti cuaca Mendung tebal dan sesekali hujan ringan. Warga khawatir bakal terjadi hujan deras dan menimbulkan dampak banjir di wilayahnya.
“Sudah beberapa hari terakhir ini kota Jambi sering mendung tebal dan sering hujan meskipun cuma hujan ringan tapi kami khawatir bakal terjadi lagi hujan lebat yang mengakibatkan banjir seperti yang pernah terjadi sebelumnya, tapi mudah-mudahan tidak terjadi lagi banjir”ujar Yanto warga Buluran Kota Jambi, kepada Jambisiber.com, Rabu (9/1).
Hal serupa juga disampaikan Bujang Yas warga Mendalo. Dia menambahkan, untuk saat ini memang warga dipinggiran Sungai Batanghari harus selalu bersiaga. Sebab Jambi sudah masuk musim penghujan.
“Yang penting bagi kita sebagai warga memang harus selalu waspada. Apalagi bencana banjir tidak bisa diprediksi kapan saja bisa terjadi,” ucapnya
Semantara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai banjir susulan. BMKG memprediksi hujan ekstrem kembali terjadi pada 5-10 Januari 2020.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan perkembangan terkini terkait cuaca menunjukan adanya pergerakan aliran udara basah dari arah Samudera Hindia di sebelah Barat Pulau Sumatera, disepanjang garis ekuator yang menyebabkan curah hujan di berbagai daerah.
“Kondisi ini membuat hujan bisa ekstrem lagi. Jadi potensi hujan ekstrem akan terjadi lagi di perkirakan 5 sampai 10 Januari di wilayah Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi sampai Lampung termasuk Jawa, dan tentunya Jabotabek juga,” kata Dwi di Graha BNPB Jakarta, Kamis (2/1) lalu.
Dwi pun menjelaskan kondisi angin itu akan terus bergerak di titik garis Equator, sehingga akan terjadi dalam beberapa periode dari daerah barat ke selatan dan berlangsung dalam tiga sampai empat hari.
“Aliran ini kan berjalan antara periode tanggal 5-10 Januari di Indonesia bagian barat di selatan titik ekuatornya. Kemudian tanggal 10-15 januari dia bergerak ke Kalimantan Selatan, lalu ke Sulawesi bagian selatan dan tenggara. Kondisi ini akan terulang pada pertengahan Februari 2019,” ungkap Dwi.
Lewat prediksi ini, BMKG ingin memberikan informasi kepada pemerintah dan masyarakat serta semua pihak agar dapat berpartisipasi dalam antisipasi banjir dengan mitigasi yang lebih baik.
“Jadi fenomena ini dapat meningkatkan kembali intensitas curah hujan. Fenomena ini juga adalah siklus yang diprediksi akan terulang lagi pada akhir Januari sampai awal Februari,” ujar Dwi. (Hadi)
Baca Juga:   Di Tengah Wabah Corona Meluas, Pj Sekda Sudirman Pastikan Stok Pangan di Jambi Aman Hingga 3-4 Bulan Kedepan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here