JAMBISIBER, Kotajambi – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi menggelar pameran temporer dalam rangka memperingati hari Museum Indonesia. Pada peringatan kali ini diambil tema ‘Pameran Temporer Peralatan Tradisional Penangkapan Ikan di daerah Jambi’.

Acara pembukaan diramaikan oleh pelajar se-Kota Jambi yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi yang diwakili Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Safriani, di halaman Museum Siginjei Jambi, Selasa (29/10).

Safriani, SE
Safriani, SE

Kabid Sejarah dan Purbakala, Safriani mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan agar dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap benda-benda tradisional yang ada di Provinsi Jambi.

“Kami sangat antusias sekali dalam kegiatan ini, apalagi ini yang pertama kali di adakan di Provinsi Jambi. Dari pameran ini bisa meningkatkan pengetahuan anak-anak sekolah dan mahasiswa tentang penangkapan ikan pada jaman dahulu yang ada di daerah jambi,” ujarnya

Menurut Safriani, banyak masyarakat terutama anak-anak pelajar dan mahasiswa yang belum mengetahui peralatan penangkapan tradisional yang ada di Daerah Jambi. “Dari pameran ini mereka bisa tahu, bagaimana cara penangkapan ikan tradisional apa saja peralatan yang digunakan dan apa mamfaatnya, rata-rata mereka tidak tahu perkembang pada masa itu. Dengan pameran ini semoga bisa memberi pengetahuan kepada anak-anak dan mahasiswa,” jelasnya.

Sedikit Safriani menjelaskan Berdasarkan sejarah kegiatan ini pertama kali dilakukan oleh bangsa Neanderthal (manusia prasejarah,red). Bangsa ini melakukan aktifitas penangkapan secara sederhana yaitu dengan menggunakan tangan tanpa bantuan alat penangkapan. Dengan berjalannya waktu aktifitas mulai berkembang dengan ditandai adanya alat bantu pada masa itu.

“Alat penangkapan itu masih sangat tradisional yang terbuat dari barang-barang yang ada di dalamya seperti kayu, batu, tulang dan tanduk. Penangkapaan ini semua tidak terlepas dari cara yang dilakukan masyarakat Jambi pada masa lalu seperti menggunakan, lukah, serkam, tangkul, jala dan lain sebagainya,” jelas Safriani.

Baca Juga:   Geger, Perampok Bersenpi Gasak Toko Emas di Jambi, Sempat Menodongkan Pistol ke Warga

Dengan adanya pameran ini Ia menghimbau kepada pengujung jadikanlan pameran ini sebagai media pembelajaran bagi peserta didik. “Bagi guru-guru dan orang tua ajaklah anak-anak didiknya ke Museum untuk mengikuti pameran budaya ini, karena ini sebagai media pembelajaran bagi mereka. Beri mereka tugas untuk mencatat, mengamati, membuat laporan dan hasil kunjungannya pada iven langka ini. Selain itu dalam pameran ini juga dilaksanakan dialog budaya dan lomba tari kreasi daerah Jambi,”sebutnya

Sementara itu, Kepala Museum Siginjei Jambi, Dra. Nurlaini menegaskan, kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat, pelajar dan mahasiswa di Jambi paham dan menjaga warisan budaya yang ada di Museum Siginjai Jambi.

“Tema utama pameran temporer ini adalah pameran tradisonal peralatan penangkapan ikan di daerah jambi, kami mengangkat tema ini karena kami melihat selama ini dengan adanya kemajuan teknologi jiwa kegotongroyongan seperti penangkapan ikan secara tradisional sangat kurang sekali.

Dra. Nurlaini
Dra. Nurlaini

Kalau dulukan menangkap ikan menggunakan peralatan tradisional seperti lukah, serkam, tangkul, jala dan lain sebagainya, mereka melakukannya bersama-sama, kalau sekarang tidak ada lagi seperti itu kebanyakan orang menggunakan jaring dan perahu,” katanya

Dijelaskannya, Museum sebagai wadah untuk melestarikan budaya agar tidak hilang dari masyarakat. Seperti budaya peralatan penangkapan ikan di daerah Jambi yang menumbuhkembangkan kembali jiwa kegotongroyongan dan kebersamaan di masyarakat

“Kami adakan pameran ini tujuannya untuk menyatukan keragaman dan kegotongroyongan bisa kembali lagi. Tujuan utamanya kepada anak didik, agar anak didik kita tahu tentang peralatan penangkapan ikan tradisional yang di daerah Jambi dan bisa menjadi pelajaran tetang kegotongroyongan di masyarakat,” tandasnya

Sementara itu, Kasi Bimbingan Publikasi Museum Siginjei Jambi, Trimala Isma menyampaikan, kegiatan ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan Museum Siginjai Jambi.

Baca Juga:   Pemprov Jambi Bangun Posko Sterilisasi Corona di 6 Titik Perbatasan

“Di pameran ini kita memperkenalkan kepada anak-anak tentang sejarah seperti tema sekarang pameran perangkap tradisional yang ada di Jambi.

Trimala Isma, S,ST, M, Nm
Trimala Isma, S,ST, M, Nm

Maka dari itu kita mengundang seluruh anak-anak sekolah dari tingkat SD sampai ke Mahasiswa yang ada di Provinsi Jambi silahkan datang ke Museum untuk menambah pengetahuan,” himbaunya.

Ia juga menyampaikan, pameran ini dibuka gratis mulai dari tanggal 29 Oktober sampai 12 Nopember 2019. Dalam pameran ini juga diadakan dialog budaya untuk Mahasiswa dan pada tanggal 11 Nopember 2019 ada kegiatan lomba tari untuk anak-anak SMP se-Kota Jambi. Pameran ini dibuka untuk semua kalangan mulai dari anak sekolah, mahasiswa dan seluruh masyarakat Jambi. [ron]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here