JAMBISIBER, Jambi – Beredarnya capture gambar di media sosial tentang hasil pengujian Jembatan Batanghari 1 yang dinyatakan rusak pada beberapa bagian ternyata benar adanya.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi M. Fauzi. Menurut Fauzi walaupun jembatan ini merupakan kewenangan nasional (Kementerian PUPR RI) namun pihak Provinsi juga sudah diikutkan rapat mengenai daya dukung jembatan ini.

Dikatannya, untuk mengatasi kerusakan pada beberapa bagian dari koordinasi pihaknya dengan BPJN IV Jambi, akan mencoba solusi awal untuk mengurangi tikungan patah pada seberang jembatan (arah menuju Muaro Jambi dan seberang Kota Jambi).

“Ini karena tikungan patah ini sering terjadi antrian sehingga kemacetan sampai atas jembatan, kalau kendaraan berhenti itu beban statis tapi kalau jalan tidak masalah,” jelasnya (20/110.

Untuk itu upaya awal bisa melalui penyodetan belokan. Di samping pihak Dinas PUPR meminta BPJN untuk melakukan rehab terhadap jembatan.

“Karena menurut kita sudah layak setidaknya untuk perkuatan konstruksi atau kalau memungkinkan dibuat jembatan kembar (duplikasi),” katanya.

Setelah pelaksanaan langkah awal itu, nantinya kata Fauzi juga akan melihat perlu atau tidaknya rekayasa lalu lintas. ‘’Karena kan masih ada jalan lain juga seperti dari Tebo menuju Simpang Niam ke Merlung, karena itu jalan APBN juga,” ujarnya.

Untuk aktivitas masyarakat sekitar yang sehari-hari di jembatan sendiri kata Fauzi  tidak masalah. “Kalau kendaraan ringan tak masalah, kita kurangi beban yang ditanggung jembatan yang kendaraan bobot besar,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut Fauzi takkan ada penghentian lalu lintas namun hanya mengurangi beban yang ditanggung jembatan saja. Kedepannya pihanya juga akan melihat dari upaya awal yang dicoba. “Menjelang ada keputusan  di rehab jembatannya atau bangun jembatan kembar, kita akan lakukan rekayasa tadi,” katanya.

Baca Juga:   Berkah Ramadan! Pasien Sembuh Positif Covid-19 di Jambi Bertambah

Dimungkinkan juga kata dia pembangunan duplikasi di sebelah jembatan Batanghari 1 ini. “Bahannya nanti konstruksi sesuai standar kementerian, apa dibangun secara erection itu keputusan Kementerian bisa jadi juga nanti, artinya duplikasi ini dibangun jembatan dengan bentuk persis sama bukannya jembatan darurat,” ujarnya.

Sedangkan ditanya soal alternatif dengan membangun jembatan Batanghari 3, Fauzi menyebut masih berproses di Kementerian. “Sedang dalam pembahasan Kementerian,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Wilayah 1 BPN IV Jambi Sahat Tua Sirait belum mau berkomentar panjang soal hasil pemantauan dan kajian ini. “Masih dikaji,” katantnya singkat.

Sumber: jambiekspres.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here