JAMBISIBER.COM, Kota Jambi – Kualitas udara di Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi semakin memburuk menyusul tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini mengakibatkan warga Jambi mulai mengalami batuk dan sesak nafas.

Mardiana (36) warga Mendalo mengakui sudah mulai mengalami batuk dan sesak nafas. ” Sudah dua hari ini saya baru terasa sesak dan batuk-batuk,” akuinya, kepada Jambisiber, Rabu (16/10/2019)

“Masalah kabut asap ini ya sangat-sangat-sangat mengganggu, apalagi untuk kesehatan,” ujar Mardiana penuh prihatin.

Bahkan ia mengaku melarang dua anaknya yang masih berusia Balita untuk bermain di luar rumah lantaran asap yang semakin parah.

Menurutnya, asap tidak hanya mengganggu pernapasan ketika berada di luar rumah. “Asap juga sudah masuk ke dalam rumah. karena itu di dalam rumah anggota keluarga kami sekarang menggunakan masker,” ungkapnya

Senada juga diucapkan Supri (47) warga Simpang Rimbo ini juga mengeluhkan hal yang sama. “Bau asapnya sangat menyengat, makin parah,” katanya.

Ia menyebutkan persoalan kabut asap jangan di biarkan berlarut-larut, karena itu akan berdampak buruk terutama bagi kesehatan anak-anak.

“Jangan sampai ada korban terkena ISPA atau pun dampak lainnya akibat kabut asap ini,” ucapnya. Ia meminta pemerintah sigap dan cepat ambil tindakan karena warga sudah ada yang terserang ISPA. (ron)

Baca Juga:   Warga Jambi Antusias Lihat Gerhana Matahari Cincin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here