Beranda DAERAH Ancaman DBD di Kota Jambi Meningkat, Waspadai Gejala Ini

Ancaman DBD di Kota Jambi Meningkat, Waspadai Gejala Ini

368
Ilustrasi/net
JAMBISIBER, Jambi – Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi topik yang banyak diperbincangkan, karena tingginya jumlah kasus pada musim penghujan ini. Belum lagi risiko pasien DBD yang tak tertangani dengan baik pada fase kritis bisa berujung pada kematian.
Seperti hal-nya di Kota Jambi sejak awal Desember 2019 laporan DBD di ke Dinas Kesehatan Kota Jambi cukup tinggi.
“Kasus DBD di Kota Jambi satu tahun terakhir cukup tinggi, mulai 1 Januari sampai 31 Desember 2019 mencapai 694 kasus, 11 kasus diantaranya meninggal dunia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati, beberapa waktu lalu.
Sementara itu lanjutnya, sejak awal Januari Tahun 2020, kasus DBD di Kota Jambi mencapai 9 kasus. ” Untuk awal tahun ini Januari 2020 kasus DBD di Kota Jambi ada 9 kasus,” ujarnya.
Untuk mengatasi ini, pihak Dinkes Kota Jambi segera melakukan kembali fogging untuk mencegah dan memberantas nyamuk.
“Tingginya kasus DBD di Kota Jambi beberapa bulan terakhir yang disebabkan cuaca ekstrem, hujan dan panas yang silih berganti membuat genangan air banyak dan hal itu membuat nyamuk DB cepat berkembang,” jelasnya

Pahami Gejalanya

Penyakit ini semakin sering terjadi apalagi sepanjang tahun 2019, membuat gigitan dari nyamuk Aedes aegypti ini menjadi salah satu penyakit yang wajib diwaspadai.
Bagaimana gejalanya? Biasanya tubuh akan mengalami demam selama 3-7 hari. Demam ini disertai dengan sakit kepala yang tinggi, dengan nyeri otot dan sendi. Biasanya orang yang menderita gejala penyakit ini akan kehilangan nafsu makan, merasa mual muntah, hingga terdapat ruam pada kulit. Sebaiknya jika hal ini sudah terjadi, segera periksakan ke dokter.
Orang yang sudah positif terkena DBD biasanya diharuskan bed rest penuh selama satu hingga dua minggu. Selain istirahat, konsumsi obat, makanan bergizi, hingga cairan yang banyak dapat membantu tubuh cepat pulih.
Oleh Karena itu, Dinkes Kota Jambi terus melakukan sosialisasi agar warga masyarakat terus meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menutup genangan air, mengubur kaleng-kaleng atau plastik bekas dan menguras bak mandi.

Sumber : Jambikita.id

Baca Juga:   Warga Jambi Antusias Lihat Gerhana Matahari Cincin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here